Tampilkan postingan dengan label SID. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SID. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2015

Aku versus Lirik lagu buatan Mao!!

Seperti yang kubilang, blog ini bukan blog fansub. Hanya blog biasa :v Yang pas iseng nge-post hasil belajar encode "High School Star Mu", justru banyak yang komen minta lanjut~~~ wkwkwk, makasih. ya? Nyaman enggak sih, hasil kerja pribadiku buat di tonton? Biar enggak kena spam postingan gak guna, seriusan ... pantau aja di FP Ikemen Zone ... wkwkwkwk

Btw, hahaha~~ karena ini emang blog pribadi, kali ini aku mau curhat sama diriku di masa depan. www~~ enggak ada postingan garapan di sini.

Pas aku posting hasil terjemahan lagu, ada yang bilang hasil terjemahan laguku "puitis", "cantik", dan ada yang bilang aku pintar cari kata-kata yang sesuai dengan irama lagu aslinya. Hahaha, terima kasih banyak pujiannya. Contoh kecilnya ini -> Lirik terjemahan "White Tree"

Taaaapiii~~~ diantara sekian banyaaaaak penyanyi jepang yang kukenal, lirik hasil karya vokalis Shido (SID) itu yang puaaaling susah buat diterjemahin. Iih!! Aku belajar bahasa Jepang aja demi buat bisa ngartiin lagunya Mao, tuh.

Mao saat enggak nyanyi. wahahaha

Nah, makanya, aku niat mau coba nerjemahin semua lagu SID. Jelas pakai versi dan gayaku sendiri :'3 Mungkin di Jpop--asia atau di blog lain udah ada. Tapi, ini demi kepuasan pribadi. Juga demi target diri sendiri. Rasanya kalau bisa artiin lagu Mao, itu, heeem~~ buangga bangeet.

Oke, aku bakalan posting urut dari album pertama mereka, terus ke single, terus ke lagu khusunya.
Pas banget lagu pertama judulnya "Ajisai" yang artinya "Bunga Panca Warna". Hohoho~~ itu bunga favoritku!!

Let's Fight!! Mao!! Kakatte koi (9 'v')9 Aku bisa kalahin kamoeh!!

Sosok Mao, pas pertama kali aku kagumi

(Ow, ikemen, da!!) -At least for meh 'x' --

Rabu, 11 Juni 2014

Titik Tolak dan Reuni

Aku suka Vokalis Band SID. (jepang tapi XD ) yang bernama Mao.

Takut kalo ntar aku jadi nenek-nenek terus lupa, kenapa aku bisa suka Mao... Ya udah aku catet aja di sini :p



Aku ketemu awal (ketemu?? preeet) bukan ketemu... Aku tahu Mao, bukan juga sih. 

Pokoknya, intinya, saat itu adalah masa-masa terberat aku berlajar bahasa Jepang. Mulai dari menghafal hurufnya, kosakatanya, bunpou dasarnya. Berkali-kali aku berfikir, "kenapa juga aku belajar ini? " "kenapa juga aku milih belajar bahasa Jepang? " Saat itu nilai-nilai bahasa Jepangku parah. Sering bolos, males garap tugas. Sempat berfikir juga, mau berhenti belajar bahasa Jepang. Tapi nggak bisa. Karena ayahku bilang "Besok, kalau sudah kuliah dan lulus, bakalan banyak tawaran buat jadi Dosen Bahasa Jepang". Jadinya, aku nggak mau berhenti begitu saja, karena ini mungkin kesempatanku buat mewujudkan cita-cita orangtuaku.

Tapi, tapi, tapi. Bahasa Jepang itu susah. Menghafal hurufnya aja, bagiku hal yang susah. Menyalin 3 buku untuk menghafal tulisan jepang dalam 1-2 hari itu melelahkan. Mengingat kosakata itu menjemukan. Mempelajari bunpou itu membosankan.

Akhirnya, aku sering kabur (LoL) dan nongkrong-nongkrong sama temenku yang prinsip hidupnya "Let it flow" . Dari situ, tiba-tiba mereka bertanya "Suka nonton anime nggak? " Aku jawab aja "Enggak". Emang aku enggak suka anime, atau yang berbau jejepangan lainnya. Komik suka baca, tapi nggak maniak. Artis jepang, nggak ada yang aku kenal. Kemudian temenku bilang "Coba sih, tonton. Buat hiburan, gitu." Aku jawab "Ogah ah. Males." Eh dia bilang "Coba aja dulu. Tonton ni Kuroshitsuji, cakep-cakep loh" Karena dipaksa, akhirnya aku terima deh Cd (waktu itu dikasih CD kuroshitsuji) anime tersebut,

Karena aku ngerasa nggak enak, sudah dipinjemin tuh CD, dengan rasa malas, akhirnya aku tonton CD tersebut. Lihat adegan menit pertama sebelum opening, biasa aja. :D Habisnya, aku nontonnya nggak Mood. Nah pas bagian lagunya... Wooo, entah kenapa denger intsumennya bikin gimana gitu. Nah, pas ada suara penyanyinya... Aku penasaran sama artinya. Rasanya kok penyanyinya mau menceritakan sesuatu. Aku ulangi berapa kali Openingnya (nggak nonton animenya) Setelah puas, akhirnya baru aku tonton animenya.

Hari selanjutnya, karena masih penasaran sama lagu Opening kuroshitsuji pertama (waktu itu aku masih belum bisa baca tulisan jepang. Jadinya belum bisa baca judul lagu+penyanyinya) Aku cari, di google "Opening Kuroshitsuji" Muncul judul "Monokuro No Kisu -Monochrome No Kiss- SID" Di google itu ada videonya. Itu video pertama Jejepangan yang aku tonton. Di situ aku suka nge-liat muka Vocalisnya yang menurutku imut (LoL)
(Seperti inilah kira-kira Rupa Mao pas pertama lihat LoL)

Betapa kagetnya aku pas tahu, ternyata saat itu umur Mao 32 tahun (Hahahahaha, 'sem aku pikir masih 23an).

Dari melihat video itu, aku mulai penasaran. Apa arti lagunya. Saat membaca terjemahan di internet. Aku merasa ada yang janggal. Rasanya ada suatu fell yang nggak ketangkep. Akhirnya, aku penasaran dengan lirik aslinya dalam tulisan Jepang. Itu adalah kali pertama aku mencari lirik dalam bahasa Jepang. Ketemu, dan aku nggak bisa baca (Wahahaha, yah wajarlah. Selama ini belajar aja ogah-ogahan). Pas pulang, aku buka buku pelajaranku, aku berusaha baca liriknya. Awal sih berusaha baca dulu. Susah emang, tapi aku penasaran. Selama berhari-hari aku berusaha bisa mengartikan satu pesatu kata-katanya.

Setelah berapa minggu berlalu (lama kan buat arti'in satu lagu doang) Aku baru tahu bahwa lirik itu yang buat Mao sendiri. Dan Mao kalo bikin lirik, unik. Artinya tersembunyi sekali. Bunpou sering nggak dipakai. Mao sering pake kosakata unik yang jarang dipake. Dari situ, aku mulai penasaran sama setiap lirik yang Mao buat. Akupun mulai kenalan sama komunitas yang suka band SID. Dari situ aku tahu, lirik yang dibuat Mao, bukanlah lirik yang bisa dipahami hanya dengan mendengarkan saja. Ada perbedaan makna yang terkadung saat lirik itu dinyanyikan sama lirik yang di tulis dalam CD bookletnya.

Dari situlah aku mulai penasaran dengan setiap lirik yang dibuat Mao. Aku cari semuanya diinternet. Ternyata memang betul. Jarang sekali ada yang bisa menerjemahkan lirik Mao. Kalo pun menerjamahkan, artinya akan aneh. Dari situ, aku mulai terpancing buat menerjemahkan lirik Mao. Dari lirik itu, aku belajar cara membaca, kosakata, bunpou, majas, kanji, dan lain lain. Dan entah sejak kapan, orang-orang disekitarku mulai menganggap aku sebagai orang yang termasuk "kritis, dan pintar" bahasa Jepang. Nilai-nilaikupun mulai bisa membuat orangtua tenang. Ada juga yang minta diajarin bahasa Jepang dariku.

Kesukaanku menerjemahkan (bukan, lebih tepatnya mencari tahu maksud yang dimiliki lirik Mao) masih berlanjut sampe sekarang. Kalau ditanya, kenapa suka Mao? Susah aku jelaskan. Bukan karena wajah. Bukan karena suara. Ada sejarah tersendiri yang membuat aku suka Mao (LoL)




Mungkin, Tuhan memberi rasa suka ke Mao untuk membatuku belajar dan bertahan dalam mempelajari bahasa Jepang. Kalau tidak dibantu rasa itu, mungkin aku saat ini sudah jadi anak nakal yang hobi kabur saat kuliah karena stress dengan materinya. 

(Pengumuman di web : Mao )


Sebentar lagi, bulan Juli mendatang, SID akan kembali membawakan Opening Kuroshitsuji. Lagunya berjudul "ENAMEL". Entah kenapa, kalau ingat itu, rasanya aku senang. Aku jadi ingat masa-masa yang aku ceritakan di atas. Jujur aja, aku nggak terlalu suka Anime Kuroshitsuji. Tapi sebentar lagi, SID akan kembali menyanyikan lagu untuk Anime itu. Anime yang menjadi titik tolak, aku bisa jadi seperti sekarang ini (LoL) Aku jadi ingin nonton lagi. Tapi pasti nanti nangis, ingat masa-masa itu. Tapi itukan, bisa dibilang reuni pertemuanku dengan Mao. Ahahahaha~

Ya sudah lah.... Jadi GJ gini, masa bodoh...
Jaa ne | Qwe- da yo :3

Rabu, 30 April 2014

Translate untuk シド

Aku belajar bahasa Jepang dalam kuliahku. Namun, sekarang ini... Aku sudah tidak lagi aktif dalam kegiatan kuliah. Karena itulah, akhir-akhir ini aku semakin frustasi memikirkan cara untuk menjaga bahasa Jepangku. Dari segala aspek, baik tata bahasa, kosakata, kanji, mengarang, mendengar, membaca.

Setelah kenal dengan dunia sub-ing, kemudian aku berfikir, bagaimana caranya agar hal ini bisa menjaga kemampuan bahasa Jepangku secara sepenuhnya. Menjadi translator anime rasanya ada sesuatu yang kurang. Bahasa anime, bukan bahasa sehari-hari. Dalam artian, bahasa anime adalah bahasa yang telah di buat skripnya. Pembuatan skrip tentunya diatur sedemikian rupa agar enak didengar, dan mudah dipahami. Sedangkan, bahasa Jepang yang ingin kujaga bersifat keseluruhan. Oleh karena itulah aku berfikir untuk mulai menjadi translator dorama. Awalnya, aku mencari di internet komunitas J-drama yang membutuhkan translator. Namun, tak kunjung menemukan. Adapun, sudah tidak aktif.

Akhirnya, aku menemukan ide, kenapa aku tidak mentranslate acara-acara シド  (SID/Shido). Aku memang menyukai band ini (lebih tepatnya menyukai vocalisnya). Tapi, selama ini aku kurang tertarik untuk melihat acara mereka. Bagiku cukup hanya dengan mendengar lagunya. Selama ini aku amatipun, jarang sekali acara mereka ada yang mentranslate. (Ah, kalau lirik sih... memang vocalisnya yg membuat lirik itu terlalu unik membuatnya, sehingga susah di artikan)

Akupun mulai memberanikan diri mengsub-ing acara mereka. Tanggal 26 kemarin, aku memberi pengumuman bahwa aku sedang dalam proses mentranslate acara " ニコ生 『シドのお家にようこそ!』" (Nikosei [SID no otaku ni youkoso]" part 1 (bagian Mao)

(proses mentranslate)

Seperti yang aku duga. Bahasa reality show, dengan anime beda. Sangat beda. Jauh lebih susah nge-sub acara reality show dibanding Anime. Alasan pertama ya itu. Bahasa Reality show adalah bahasa percakapan sehari-hari yang lancung dilontarkan oleh orang tersebut, tanpa adanya suatu skrip. Sedangkan anime, ada skripnya. Intonasi ngomongnya pun beda. Para seiyuu punya cara tersendiri dalam pengucapan skrip dialog anime. Reality show, mereka akan bicara dengan intonasi sehari-hari dengan bebasnya. Bisa tertawa atau ngomong dengan super cepat dan terkadang dengan bahasa gaul ala mereka. Setidaknya jika aku berhasil nge-sub acara diatas (sampai selesai, 7 part) maka bahasa Jepangku akan samakin bertambah. Khusunya di bidang mendengarkan, dan kosakata.

Yah, semoga ini bisa menjadi salah satu sarana menjaga bahasa Jepangku. Semoga saja. Karena, pekerjaanku kedepan, akan masih sangat amat membutuhkan hal ini. Ah, hasil akhir dari timming acara diatas adalah sebanyak 1150 line. Selama ini aku menjadi translator anime, paling hanya 300-500 line. Dan itu memakan waktu 2-4 jam. Kalau ini, mungkin seminggu ya...


Setelah ini selese, aku akan membagikan ke komunitas pecinta シド (SID/Shido). Mungkin akan banyak koreksian dari mereka. Tapi, namanya juga baru mulai. Banyak kesalahan itu wajar. Hahaha, sesuatu yang dilakukan secara rutin dan sabar, lama-lama pasti akan bagus sedikit demi sedikit.

Qwerentz da yo~ | Ganbaru yo...

Senin, 11 November 2013

Lirik Uso versi Indonesia

Lirik ini adalah lirik dari lagu "Uso" yang di cover ke dalam bahasa Indonesia, oleh aku dan teman-teman kost-ku. Lagu asli di bawakan oleh Shido.



USO versi Indonesia
Lirik :qwerentz

Langit yang kita lihat, langit berwarna merah senja
"Hey, apakah kamu masih mengingatnya?"
Janji yang kau ucapkan, bersama angin yang berhembus
Kita saling berdekatan

Di balik senyum yang kubuat, terdapat rasa yang sesungguhnya
Karenanya, takkan kau sadari. Hingga ku terlahir lagi.

Aku selalu menanti. Berita darimu yang tak akan, kunjung datang.
Di hampanya sang malam, dan pagi yang tidak diundang
Semua, mulai aku pahami.

Langit yang kita lihat, langit berwarna merah kelam
"Hey, apakah kamu tidak mengingatnya?"
Janji yang kau ucapkan, terbawa angin yang berlalu
Kita tak lagi bersama

Suara serta warna ruang. Hilang bersama dengan dirimu.
Sekarang, penantian ini membuatku mulai tertidur.
"Kau pandai dalam menipu. Benci dan suka berbohong."

Itulah hobimu.
Inilah saat di mana, hati kita mulai tersakiti.
Karenanya kuucap "Selamat tinggal"

Dahulu kau berkata "Kita akan bertemu kembali"
Namun, kita tak akan lagi pernah bertemu.
Kebohongan terakhirmu, kebohongan yang terindah.
Tak ku lupa.

Langit yang kita lihat, langit berwarna merah darah.
"Hey, suatu saat kau akan mengingatnya"
Janji yang kau ingkari terbawa bersama sang waktu

Kita telah terpisah jauh